Nabi SAW ditanya tentang puasa pada hari Arafah, beliau menjawab: “Menghapus dosa-dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang”. Ketika ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, beliau menjawab, “Menghapus dosa-dosa pada tahun lalu” (HR Muslim dari Abu Qatadah)
Demikian beberapa keutamaan puasa sunnah yang disebutkan oleh Nabi SAW. Namun dalam hal ini ada perlu penjelasan dosa apa saja yang pantas diampuni sebagai ganjaran puasa. Berikut adalah penjelasan para ulama terkait hal tersebut.
An-Nawawiy rahimahullah berkata: Sabda Nabi SAW, “Puasa pada hari ‘Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dengannya) dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang” maknanya adalah menghapuskan dosa-dosa bagi orang yang berpuasa pada hari itu selama dua tahun. Mereka (para ulama) berkata: Maksudnya adalah menghapus dosa-dosa kecil (Syarh Shahih Muslim, 8/50-51).
Sabda Nabi SAW mengenai hari ‘Arafah: “dapat menghapus dosa-dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang” menurut Al-Mawardiy dalam Al-Haawiy hadits ini mempunyai dua penafsiran. Pertama, Allah ta’ala mengampuni dosa-dosanya selama dua tahun; Kedua, Allah ta’ala menjaganya untuk tidak berbuat dosa selama dua tahun.
As-Sarkhasiy berkata: “Adapun tahun pertama, maka dosa-dosanya akan diampuni. Para ulama berbeda pendapat mengenai makna penghapusan dosa di tahun selanjutnya (tahun depan). Sebagian mereka mengatakan, maknanya adalah bila seseorang melakukan maksiat pada tahun itu, Allah ta’ala akan menjadikan puasa di hari ‘Arafah yang ia lakukan di tahun lalu sebagai penghapus, sebagaimana ia menjadi penghapus dosa di tahun sebelumnya. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa maknanya adalah Allah ta’ala menjaganya dari melakukan dosa di tahun depan” [Al-Majmu’ Syarhul-Muhadzdzab, 6/381].
Ash-Shan’aniy rahimahullah berkata :“Sulit diterima penghapusan dosa yang belum terjadi, yaitu dosa tahun yang akan datang. Pendapat itu dibantah dengan alasan bahwa yang dimaksudkan adalah bahwa ia diberi taufiq pada tahun yang akan datang untuk tidak melakukan dosa. Hanya saja itu dinamai penghapusan untuk penyesuaian dengan istilah tahun lalu. Atau bahwa jika dia melakukan dosa tahun yang akan datang, maka ia diveri taufiq untuk melakukan sesuatu yang akan menghapuskannya” [Subulus-Salaam, 2/461].
Desember 19, 2009
September 6, 2009
Dalam kita Durratun Nasihin dijelaskan lima perkara yang potensial membatalkan pahala puasa, yaitu: dusta (kidzb), menggunjing (ghibah), menghasut (namimah), sumpah palsu (al yamin al ghamus) dan pandangan dengan syahwat (an nazhru bi syahwat). Dari kelima pembatal pahala di atas, empat terkait dengan lidah dan satu terkait dengan mata. Keempat hal itu masuk dalam kategori qawla zuur (ucapan sia-sia) pada saat berpuasa yang berakibat seseorang tidak memperoleh apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga. Demikian pula ucapan-ucapan keji yang memancing syahwat, pertengkaran, dan kalimat-kalimat yang mengandung unsur kefasiqan.
Tentang ghibah, diriwayatkan dari Abu Hurairoh r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: Tahukah kalian apa ghibah itu? Sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Nabi berkata, “Kamu menyebutkan kejelekan (aib) yang dibenci oleh saudaramu.” Ditanya, “Bagaimana pendapatmu jika hal itu memang benar?” adanya?” Dijawab: “Jika memang benar, maka itulah ghibah, jika tidak benar, berarti engkau telah berdusta.” (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad).
Juni 17, 2009
Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas dikemukakan bahwa padri-padri bangsa Yahudi yang mendapatkan sifat-sifat Nabi SAW tertulis dalam kitab Taurat yang berbunyi: “Matanya seperti yang selalu memakai cela, tingginya sedang, rambutnya kriting, mukanya tampan.” Akan tetapi mereka hapus (kalimat tersebut dari Taurat) karena dengki dan benci serta menggantinya dengan kalimat: “Badannya tinggi, matanya biru, rambutnya lurus”, ketika menjelaskan ayat 79 QS Al Baqarah: “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan”.
Tidak berhenti sampai di sini, kedengkian telah menjadikan mereka rela menjadi kaki-tangan dan bala-tentara syetan untuk menyesatkan manusia dari kebenaran dan iman. Allah berfirman, artinya:
“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS 2: 109).
Dengki yang merasuki saudara-saudara Yusuf a.s. menjadi jalan masuk bagi Iblis untuk membisikkan rencana jahat agar mencelakai Yusuf a.s. dengan membuangnya ke dalam sumur. Memiliki ayah seorang nabi tidaklah menjamin bahwa anak-anaknya akan selamat dari penyakit dengki. Bahkan sejarah mencatat adanya anak dan istri yang justru ingkar terhadap risalah yang dibawa oleh nabi Nuh yang termasuk salah satu dari ‘Ulul Azhmi dari para rasul.
Juni 6, 2009
Salah seorang dari generasi tabi’in yang sangat terkenal adalah Al Hasan bin Yasar atau yang lebih dikenal dengan Al Hasan Al Basri yang hidup antara 30 -110 H. Nama Al Hasan ini diberikan oleh Ummu Salamah, salah seorang istri Nabi SAW yang terkenal cerdas, bijak dan paling luas ilmunya di antara istri-istri Nabi SAW. Al Hasan hidup di bawah asuhan dan bimbingan Ummu Salamah. Pada usia 14 tahun, beliau pindah ke Bashrah (Iraq) dan banyak menimba ilmu dari halaqoh Ibnu Abbas, salah seorang sahabat yang terkenal kefaqihannya, dan merupakan salah seorang mufassir ternama. Sejak saat itu, ia lebih dikenal dengan nama Hasan Al Basri.
Di antara sekian banyak untaian hikmah dan ucapan serta nasihat Al Hasan, di antaranya adalah yang terkait empat hal. Al Hasan berkata:
1. Aku tahu rezekiku tidak mungkin diambil orang, karenanya hatiku tenang.
2. Aku tahu amal2ku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan bekerja dan beramal.
3. Aku tahu Allah selalu melihatku, karenanya aku malu jika Allah mendapatiku melakukan maksiat.
4. Aku tahu kematian menantiku, maka kusiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabb-ku.
Juni 6, 2009
Setan telah meyakini bahwa dirinya telah binasa. Bahwa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti masuk ke dalamnya tanpa dapat menghindar sama sekali. Oleh karena itu ia berusaha menyesatkan bani Adam agar mereka bisa masuk bersama-sama ke dalam Neraka. Bahkan setan bersumpah untuk melakukan tekadnya itu. Allah Ta’ala berfirman: “Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba- Mu yang mukhlis di antara mereka.” (Shad: 82-83).
Allah juga mengabarkan bahwa di kalangan manusia juga ada yang berperan sebagai setan. Allah Ta’ala berfirman: Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manu-sia dan (dari jenis) jin.” (Al-An’am: 112)
Cobalah perhatikan, Allah Ta’ala mendahulukan penyebutan setan dari jenis manusia sebelum penyebutan setan dari jenis jin! Sebab setan jenis manusia itulah yang mengajak kepada apa yang diserukan oleh setan jenis jin. Mereka mengajak kepada kekufuran, bid’ah dan maksiat, yang mana hal itu merupakan seruan setan. Alim ulama menjelaskan bahwa setan senantiasa mengajak manusia kepada perbuatan dosa, mulai dari dosa yang paling besar sampai dosa yang kecil.
Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitab Al-Bada’iul Fawaaid di akhir juz kedua sebagai berikut: “Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara. Ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya.
· Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.
· Jika tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat bid’ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya, maka setan akan membuat bid’ah itu indah di matanya hingga dia rela dan setan pun membuatnya puas dengan bid’ah itu.
· Jika tidak berhasil juga, setan akan menjerumuskan- nya ke dalam dosa-dosa besar.
· Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.
· Jika ternyata tidak berhasil juga, setan akan menyi-bukkannya dengan perkara-perkara mubah hingga ia lupa beribadah.
· Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.
· Jika gagal juga, maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, jarang orang yang selamat darinya hingga para nabi dan rasul sekalipun. Yaitu mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh de-ngan agamanya.
SEMOGA ALLAH MELINDUNGI KITA DARI TIPU DAYA SYAITHAN
Wassalam,
Juni 6, 2009
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.
Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara-cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.
Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.
Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sesuai dengan kadar dzikir kepada-Nya.
Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.
Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).
Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.
Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.
Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.
Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat menghalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.
Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.
Alhamdulillahilladz i bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh
Mei 31, 2009
Mengapa Facebook haram?
Posted by windar87 under Uncategorized | Tag: polemik facebook |[2] Comments
Sudah mucul wacana yang berasal dari ulama Jawa Timur bahwa Facebook diharamkan. Tentunya wacana ini agak mengagetkan para Facebooker di tanah air. Namun sebenarnya kita harus bisa intropeksi diri mengapa wacana ini bisa muncul.
Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa Facebook diharamkan:
1. Facebook bisa membuat kita mengabaikan anak.
2. Facebook membuat kita tidak ingin meninggalkan komputer kita.
3. Facebook membuat kita tidak memperhatikan keadaan sekeliling kita.
4. Keranjingan Facebook bisa membuat tubuh kita kurus, karena lupa makan.
5. Keranjingan Facebook juga bisa membuat kita menjadi gemuk, karena gak enak buka facebook tanpa ngemil.
6. Keranjingan Facebook tidak mengenal usia, sampe balitapun ikutan jadi Facebooker.
Mei 31, 2009
Lembut adalah rahmat Allah
Posted by windar87 under Uncategorized | Tag: lembut adalah rakhmat |Leave a Comment
Fir’aun yg jelas-jelas disebutkan melampaui batas; mengaku sebagai tuhan, membantai bani Israil, bahkan menyembelih bayi-bayi laki-laki yang baru lahir, dayangnya yang bernama Mashitah direbus hidup-hidup bersama anaknya yang masih dalam susuan karena bertauhid, toh tetap saja Allah SWT memerintahkan “Fa quula lahu qawlan layyinan…” berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Sebagaimana tetesan air yang lembut dan sejuk mampu menembus bebatuan yang keras, kata-kata lembut penuh hikmah insya Allah mampu menggugah dan menyentuh hati yang beras membatu. Karena itu, ketika Allah SWT memerintahkan Nabi untuk berdakwah, Allah juga membekali Nabi dengan retorika dakwah:
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS An Nahl: 125).
Jika cara hikmah, mau’izhah hasanah, serta berdebat dengan cara paling baik sudah dijalani, maka sisanya adalah urusan Allah SWT, karena hidayah adalah hak prerogatif-Nya, bukan urusan manusia.
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki- Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (QS Al Qashash[28]: 56).
Mei 13, 2009
Assalamu’alaykum Wr.Wb.
Ini ada artikel tentang babi. Kalo sy sih, cenderung mikirnya simple aja urusan makanan. Kalo jelas2 disebutkan keharamannya dalam Al Quran, ya jauhi aja. Tapi penjelasan rasional, logis dan ilmiah spt ini tetap diperlukan.. Wallahu a’lam bish-showab.
———— ——— ——— ———
Mengapa babi haram ?
Ada orang asing (ilmuwan) bertanya kepada seorang Ulama mengenai hewan babi:
Ilmuwan : Haramnya hewan babi bagi umat Muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit Dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukannya mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari Virus Dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang bersih akan menjadi halal?
Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi Ada sifat Babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam?
Ilmuwan : Apakah itu?
Ulama : Coba anda buat 2 (dua) kandang. Dimana 1 (satu) kandang isi dengan 2 (dua) ekor ayam jantan Dan 1 (satu) ekor ayam betina.1 (satu) kandang lagi isi dengan 2 (dua) ekor babi jantan Dan 1 (satu) ekor babi betina. Apakah yang terjadi pada masing2 kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya!! !
Ilmuwan : Tidak bisa!!!!????
Ulama : Mari Kita lihat bersama-sama sekarang.
Pada kandang pertama dimana Ada 2 (dua) ekor ayam jantan Dan 1 (satu) ekor Ayam betina, yang terjadi adalah 2 (dua) ekor ayam jantan tersebut
Berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 (satu) ekor ayam betina tersebut sampai Ada Yang menang Dan kalah. Dan itu sesuai dengan Kodrat Dan Fitrah manusia diciptakan Allah SWT.
Ilmuwan : Pada kandang Babi?
Ulama : Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang berisi 2(dua) ekor babi jantan Dan 1 (satu) ekor babi betina. Ternyata 2 (dua) ekor babi jantan tidak berkelahi untuk memperebutkan 1 (satu) ekor babi betina,tetapi yang terjadi adalah 2 (dua) ekor babi jantan tersebut malahanmenyetubuhi secara beramai-ramai 1 (satu) ekor babi betina tersebut Dan juga terjadi hubungan Homoseksual antara kedua ekor babi jantan setelah selesai dengan is betina. Hal inilah yang jelas2 bertentangan dengan Fitrah umat manusia.Bilamana umat Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat Dan karateristik seperti babi ini.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma’in, Wallahu A’lam Bish-shawab.
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan)yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, Dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, Dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.
Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah Kefasikan. Pada Hari ini orang-orang kafir telah putus ASA untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut Kepada mereka Dan takutlah kepada-Ku. Pada Hari telah Ku-sempurnakan untuk Kamu agamamu, Dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, Dan telah Ku-ridhlai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”. ( QS. Al-Maidah (5) : 3).
Mengapa Islam mengharamkan Babi (Terjemahan) Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah Dan babi dalam Islam, diulas dari sudut pandang Logika Dan ilmu Kesehatan.
Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan
Mengenai kata-kata “Halal” Dan “Haram”; apa arti dari kata-kata tersebut?
Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, Dan apa-apa yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, Dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.
Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?
Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.
Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, Dan dalam kenyataannya Kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, Dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.
Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.
Bob: Apa maksud anda?
Yunus: Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat Dan organ-organ lainnya utuh.
Bob: Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.
Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika Dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya Dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru Menyadari akan hal ini.
Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dgn babi ?
Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur’an dalam pengkonsumsian babi, bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga, pada Leviticus bab 11, ayat 8, mengenai babi, dikatakan, “Dari daging mereka (dari “swine”, nama lain buat “babi”) janganlah kalian makan, dan dari bangkai mereka, janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu.”Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamaiahnya ?
Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher. Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.
Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.
Yunus: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi.
Nah, ternyata menurut penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi tsb.merembes ke daging.
Lemak punggung babi tebal.
1. Babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal.
2. Konsumen babi sering memilih daging babi yg lemak punggungnya tipis,
karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya.
3. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, shg. secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.
Fakta-fakta yang membuat seseorang harus segera menjauhi babi
1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya.
2. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.
3. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.. .
4. Kadang ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.
5. Ia memakan sampah, busuk-busukan, & kotoran hewan.
6. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar & dalam waktu lama, jika dibiarkan.
7. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
8. Penelitian ilmiah modern di 2 negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia :
Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) & Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan:
“Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus & kolon”.
a. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis.
b. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia seperti Cina dan India ).
c. Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
d. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo .. Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit, seperti : Virus Encephalitis, Virus Ebola, Virus H5N1, cacing pita, dll.
1. Virus Encephalitis menyerang otak kecil
2. Di Malaysia, virus ini pernah menghebohkan karena membunuh 90 orang hanya dalam waktu 60 hari.
3. Sekarang pemerintah Malaysia melokalisasi babi.
Daging babi adalah tempat persinggahan bagi beberapa jenis cacing yang berbahaya.
1. Cacing pita (Taenia solium),
2. Cacing spiral (Trichinella spinalis),
3. Cacing tambang (Ancylostoma duodenale),
4. Cacing paru-paru (Paragonimus) ,
5. Fasciolepsis busci, Schistosoma japonicum,
6. Chlonorchis sinensis,
7. Erypsipelothrix sp., dll.
CACING PITA (Taenia solium)
1. Larva & cyste cacing pita babi dapat bermigrasi ke tubuh manusia melalui usus & peredaran darah.
2. Apabila manusia memakan daging babi yg tidak dimasak dgn baik, maka larva-larva cacing akan masuk, menempel pada dinding, dan berkembang biak di usus manusia.
3. Cacing-cacing tsb. akan menyedot sari-sari makanan.
4. Akibatnya : anemia (kurang darah), gangguan pencernaan, diare, histeria, mudah kaget, dll
Beberapa macam bakteri yang ada pada daging babi :
Gara-gara babi, virus Avian Influenza (AI)jadi ganas
SEBENARNYA.
1. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia.
2. Virus AI mati dengan pemanasan 60 oC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.
3. Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi & tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1.
4. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia.
5. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).
Bagaimana kasus tewasnya tentara-tentara Israel ?
Dr. Muhammad Abdul Khair (Buku : Ijtihat fi at Tafsir al Qur’an al Karim) hal. 112 : “Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing Trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut”.
Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman penulis buku “Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman” (p. 130-131): Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga : Dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang : kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik..Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi.
Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad Sayyid, penulis buku “Rahasia Kesehatan nabi” menuliskan (p. 186-199): Persentase kandungan lemak beberapa jenis daging Jenis daging Persentase kandungan lemak :
>> Gemuk Sedang Kurus
>> Daging babi 91 60 29
>> Daging sapi 35 20 6
>> Dagingdomba 56 29 14
1. Daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak.
2. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kholesterol!
3. Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi.
Jadi mau apa lagi? Bahwa seseorang itu berkelakuan sesuai dengan apa yang dimakannya.
Ini menjadi larangan bagi umat Islam sebab Tuhan maha Baik, tau yang terbaik bagi umat akhir zaman ini.
Oleh karena itu, Wahai Saudaraku yang aku cintai karena Allah.Marilah kita berhati-hati terhadap setiap makanan yang kita santap!Apalagi yang masuk dalam tubuh anak & keluarga kita. Janganlah kesuciannya dirusak dengan makanan HARAM!
Mari kita antar keluarga kita ke surga.!Dengan tidak memakan & memakai produk haram! Semoga bermanfaat tulisan ini.
Maha suci Allah dengan segala firmanNYa !
Mei 5, 2009
Kata-kata yang baik dan yang disampaikan dengan niat untuk mendatangkan kebaikan bagi yang mendengarkan, telah menjadi pembentuk dari semua pengajaran besar dalam sejarah kemanusiaan. Dan mereka yang menggunakan pengajaran itu dalam kepemimpinannya, akan didudukkan di tempat-tempat yang tinggi. ( MT-Word Power )
Sungguh besar peran dari kata-kata yang terlontar dari mulut kita, dan tentunya yang memegang peranan penting dalam hal ini adalah lidah kita. Sehingga ada pepatah yang menyatakan bahwa “Selamatnya manusia tergantung dalam menjaga lidahnya”.
Lidah kita akan terkontrol mengeluarkan kata-kata yang baik, apabila kita mau melatihnya dengan hal-hal yang baik. Seorang pemikir dan pemimpin besar di dunia ini, pasti mempunyai perbendaharaan kata yang baik dan bermakna. Sehingga setiap kata yang terlontar dari mulutnya, dunia akan mencatatnya.
Menurut Dr. D.J. Schwartz, setidaknya ada 4 cara yang harus dilatih oleh kita untuk membantu mengembangkan perbendaharaan kata-kata, seperti yang dilakukan para pemikir besar :
1.Gunakanlah kata-kata yang besar, positif, dan menyenangkan untuk melukiskan perasaan anda. Apabila ada orang yang bertanya : ” Bagaimana perasaan anda saat ini?” lalu anda menjawab “ Saya letih, sakit kepala, pusing-pusing dan ga enak badan …” maka sungguh saat itu anda membuat diri anda sendiri dalam keadaan makin tidak enak. Coba praktekkan hal yang mudah ini akan tetapi banyak guna dan mafaatnya, contoh, setiap kali ada orang yang bertanya : ”Apa kabar? Bagaimana keadaanmu hari ini?”, maka jawaban yang tepat adalah “ Baik sekali, terima kasih dan anda?”. Katakanlah bahwa anda senang sekali pada setiap kesempatan dan keadaan maka dengan sendirinya anda akan berada dalam keadaan senang sekali. Jadilah terkenal sebagai orang yang merasa selalu senang dan besar. Ini akan membuat anda banyak kawan.
2.Gunakanlah kata-kata yang cerah, gembira, dan menguntungkan dengan kalimat-kalimat yang membesarkan hati untuk melukiskan orang lain. Apabila anda sedang membicarakan orang lain yang tidak hadir katakanlah bahwa ia orang sungguh baik dan menyenangkan. “ Ia mengatakan sedang mengalami kemajuan-kemajuan”. Jangan menggunakan kata-kata yang mengecilkan nilainya, karena cepat atau lambat orang ketiga itu akan tahu apa yang anda katakan, dan kata-kata itu akan mengecilkan nilai anda.
3.Gunakanlah bahasa yang positif untuk memberi semangat kepada orang lain. Berilah ucapan selamat secara pribadi dengan tulus dan ikhlas pada tiap kesempatan. Karena tiap-tiap orang yang anda kenal sangat memerlukan pujian, khususnya pujilah istri/suami anda tiap hari. Ingatkan dan berilah perhatian khusus pada orang-orang yang bekerja sama dengan anda. Sebuah pujian kalau dilaksanakan dengan seksama merupakan sarana sukses untuk anda.
4.Gunakanlah kata-kata yang positif untuk melukiskan rencana-rencana anda. Jika orang mendengar kalimat-kalimat seperti :” Ini ada kabar baik, kita menghadapi kesempatan yang baik sekali…” maka pikiran orang yang mendengar tsb akan terang. Akan tetapi klo orang mendengar kata-kata seperti ini : “Apa boleh buat, keadaannya seperti ini…” maka gambaran pikirannya akan suram, membosankan, dan aksinya sepadan dengan itu. Janjikanlah kemenangan maka dapatlah bantuan dan tunjangan, dirikanlah istana-istana dan janganlah menggali kuburan-kuburan.


